HMI: RIWAYATMU KINI (Refleksi Milad HMI ke 65 Tahun, “5 Februari 2012”)

Sejarah perjuangan bangsa Indonesia pasca revolusi 1945 tidak bisa terlepas dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang ikut mewarnai dinamikanya. Organisasi kemahasiswaan  yang didirikan pada 5 februari 1947 dan merupakan organisasi kemahasiswaan Islam tertua di Indonesia berusia 65 tahun sudah. Diusia yang tua HMI harus dihadapkan dengan tantang zaman serta menjawab harapan masyarakat Indonesia.

HMI memiliki tujuan “tebinannya insan akademis pencipta, pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggung jawab atas terwujunya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT” (AD HMI, pasal 4). Dari tujuan maka tertuang misi yang diemban HMI yaitu KeIslaman, Kemahasiswaan dan keIndonesiaan. Misi dimana HMI mencoba menuangkan spirit Islam dalam perjuangan keumatan dan kebangsaan. Segmentasi pada mahasiswa sebagai kader pemimpin masa depan bangsa.

Banyak kader HMI dan alumni-alumninya yang sudah tampil di publik sebagai politikus, akademisi, pengusaha, dan ulama. Konstribusinya dalam ikut membangun bangsa ada di semua lini gerak masyarakat. Dari tingkat elit negara  sebut saja mantan Wapres Jusuf Kalla, Akbar Tandjung mantan ketua DPR RI, Anas Urbaningrum hingga ulama besar seperti  Abu Bakar Ba’asyir.

Dari kebesaran jubahnya sebagai organisasi mahasiswa Islam terbesar, ternyata semakin besar tantangan yang harus dihadapi HMI. Harapan yang dulu dilekatkan ternyata mulai luntur dengan turunnya pamor HMI sebagai organisasi mahasiswa Islam. HMI mengalami krisis kader yang sebagaimana semua organisasi kemahasiswaan mengalaminya saat ini. Kooptasi politik praksis sudah akut menjangkit tubuh himpunan, sehingga HMI disibukkan dengan rutinitas organisasi dan politik organisasi. Sehingga terjadi aleniasi (keterpisahan) antara HMI dengan masyarakat yang dulu menaruh harapan. Baca pos ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 308 pengikut lainnya.