FILSAFAT DAN YUNANI (Awal Kelahiran Filsafat dalam Sejarah)

Pendahuluan

Berbicara tentang filsafat maka dengan mudah kita akan berkata “Yunani”, karena memang disanalah segala macam pemikiran filsafat barat dimulai. Filsafat identik dengan Yunani, hal ini tidak bisa kita pungkiri karena semua literatur filsafat semua mengarah pada satu sumbu yaitu peradaban Yunani. Mengapa Yunani? Bukan yang lain?

Jika kita coba mengkaji sejarah maka awal mula filsafat berawal dari abad 6 SM. Walaupun sebelumnya ada Filsuf purba (Neolitik) yang pertama kali berpikir tentang dunia. Tapi entah berapa milenium semua pertanyaan tentang dunia dijawab dengan dongeng, takhayul dan Agama.

Orang yang memberikan jawaban akan pertanyaan tentang dunia dengan penalaran dan pengamatan yang tidak dipengaruhi oleh mitos takhayul adalah orang Yunani. Merupakan pertanyaan besar kenapa di Yunani? Padahal pada saat itu sudah ada peradaban yang jauh lebih maju sebut saja, Mesir kuno, Cina, Babylonia.

Peradaban Mesir sudah menemukan huruf dan angka, Babylonia menemukan Astronomi (walau tercampuri Astrologi), Cina sudah menemukan kertas. Tetapi semua itu sangat dicampuri dan dibebani dengan takhayul dogma agama.

Yunani pada saat itu dari segi keagamaan bisa disebut konyol dengan cerita para Dewa dengan perilakunya yang aneh. Sebut saja Zeus, Phosaidon, Hades yang merupakan anak Tuhan dan bersekongkol membunuh ayah mereka untuk mengambil kekuasaan yang berakhir dengan Zeus yang paling tua sebagai pemimpin para Dewa. Selain itu ada Mitologi Yunani yang menyebutkan bahwa semakin banyak kuil pemujaan seorang Dewa di muka bumi maka akan semakin kuatlah kesaktian Dewa tersebut. Dengan Agama yang seperti itu maka tidak ada tempat untuk spekulasi intelektual.

Kebebasan Berpikir Sebagai Kunci Berkembangnya Filsafat

Nuansa kebudayaan Yunani dengan sistem politik yang demokrasi lebih cenderung bebas daripada peradaban Mesir, Cina dan Babylonia yang berbentuk kerajaan yang cenderung otoriter dan diktator. Dalam nuansa kebebasan di Yunani ini menimbulkan tidak adanya beban dalam melakukan spekulasi intelektual. Kebebasan ini yang menjadi kunci dari perkembangan dinamika intelektual ajaib di Yunani.

Yunani sebuah wilayah yang tersembunyi di perairan Aegea dimulai dengan kemunculan Thales dari Melitos seorang Yunani kuno yang berasal dari Asia kecil. Memulai karirnya saat meramalkan terjadinya gerhana matahari pada tahun 585 SM yang sebenarnya diambilnya dari astronomi Babylonia.

Thales disebut sebagai filsuf pertama karena dialah yang pertama kali mencoba menjelaskan dunia dengan fenomena alam. Salah satu pendapatnya yang terkenal adalah bahwa  segala sesuatu tercipta dari unsur pertama yaitu air. Hal ini menimbulkan perdebatan antitesa  tentang pendapatnya, bahwa bukan dari air tapi dari api, bagi filsuf lain udara, dan bagi filsuf lainnya dari cahaya. Dimulailah perjalanan dialektika berpikir tentang alam semesta.

Dilanjutkan dengan Phytagoras yang menemukan dasar-dasar matematika (walau bukan seluruhnya dari dia), bahwa segala sesuatu tersusun dari angka sebagaimana harmoni musik yang tersusun dari tangga-tangga nada. Kemudian Muncul Anaxagoras filsuf pertama Athena yang melawan arus saat itu, dia mengungkapkan segala sesuatu dari sudut padang partikular berbeda dari sebelumnya yang menyatakan bahwa segala sesuatu dari yang tunggal.

Anaxagoras adalah orang pertama yang memperkenalkan filsafat pada Socrates dan sekaligus guru dari Parmides yang nantinya akan membawa Yunani pada puncak keemasannya. Anaxagoras juga menyatakan bahwa matahari adalah bola api dan bulan adalah gumpalan tanah, dialah yang mengembangkan filsafat pertama kali di Athena dan mendapatkan sambutan yang baik dari orang-orang Athena.

Kesimpulan

Filsafat barat yang berpangkal pada Kebudayaan Yunani merupakan awal mula bagaimana akal mulai menguat sebagai pisau bedah terhadap alam dan hasil pikir sangat dihargai, baik dengan kesepakatan ataupun sanggahan terhadapnya. Dimulai dengan sebuah pertanyaan maka bergulirlah jawaban yang kemudia akan kembali dipersoalkan dan jawabannya terhadap pertanyaan.

Kebebasan berpikir sebagai kunci berkembangannya filsafat diawal kemunculannya. Dari kebebasan ini maka dimulailah abad awal periode filsafat di Yunani. Fluktuasi perkembangan filsafat periode selanjutnya merupakan perkembangan dari awal yang sederhana di Yunani. Perdebatan tidak berkesudahan hingga hari ini adalah sebuah kemutlakan dalam pembahasana filsafat, karena sejak awala hal ini menjadi ciri dari filsafat yang kritis dan rasional.

Perihal Husni
Deputy Research Solo Institute-Indonesia || Kader Himpunan Mahasiswa Islam || solo-institute.org

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: