TRAGEDI KELAHIRAN

Mari kita bayangkan sosok manusia abstrak yang tidak memiliki mitos, pendidikan abstrak, adat-istiadat abstrak; bayangkan gagasan acak imajinasi artistik yang tidak dapat disalurkan lewat primitif; bayangkan budaya tanpa asal-usul yang pasti sehingga terkutuk karena tidak punya pilihan lagi dan terkutuk karena selalu menumpang setiap kebudayaan di muka bumi secara mengenaskan.

Inilah masa kini yang kita alami, hasil dari kecenderungan Sokratisme menghapus mitos. Manusia masa kini, tidak lagi memiliki mitos, berada dalam kondisi lapar akan masa lalu, sehingga harus mati-matian menggali asal muasal mereka sampai masa palinh kuno.

Bukankah ini yang disiratkan oleh kelaparan historis kita, kesibukan kita terhadap berbagai kebudayaan lain, hasrat dahaga kita akan pengetahuan, adalah hilangnya mitos, hilangnya rumah dan rahim mistis?

Mari kita tanya diri kita, apakah betul agitasi gila-gilaan dan mengerikan ini bukanlah perampasan kemaruk terhadap makanan orang lapar.

 

Friedrich Niectzche on Birth Tragedy

Perihal Husni
Deputy Research Solo Institute-Indonesia || Kader Himpunan Mahasiswa Islam || solo-institute.org

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: